Saturday, November 6, 2010

sesuatu

Sesuatu hal itu dianggungkan semua orang, dicari maknanya setiap hari karna mereka menrasaknnya setiap hari. Mereka memperbincangkannya kapanpun mereka mau, memikrkannya kapanpun mereka terdiam. Sesuatu hal yang diluar logika akan tetapi merupakan sesuatu hal yang dapat membuat amat logis. Mengerti pikiran manusia jauh dibanding mereka menerka apa yang ada di dalmnya. Menghantar alam bawah sadar manusia ke tempat yang paling dalam. Melambungkan pikiran manusia hingga ke mimpi yang paling tinggi. Sesuatu hal itu dialami oleh setiap manusia, percaya ataupun tidak sesuatu hal itu telah mengubah jalan pikiran kita sedikit atau banyaknya.

Ketika itu seorang teman berkata kepada sahabatnya mengapa engkau terus menerus memikirkan hal yang mungkin tidak orang lain pikirkan? Sahabat itu terdiam sejenak dan kemudian berkata aku memikirkannya dengan senang hati dan aku tidak peduli apakah orang lain memikirkannya ataupun tidak. Karena dengan memikirkanya aku dapat melihat siapa diriku yang sebenarnya. Tentu saja teman menjadi semakin tidak mengerti karena jawaban yang ia dapat sama sekali tidak dapat masuk ke dalam logika.

Lama waktu berjalan sang teman terus menemari sang sahabat, dalam keheningan sahabat sekalipun teman tidak pernah mengkritiknya. Teman membiarkan sahabat melakukan apa yang ia senangi. Hingga pada suatu hari sahabat berkata pada teman apa yang kamu cari?. Saat itu adalah ketika teman sedang menunduk di tepi danau, ia nampak sedang kesana kemari seakan-akan mencari sesuatu. Aku sedang mencari pint kecilku. Benda itu sangat kecil, aku sangat menyayanginya. Uhh,, aku berharap ia tidak akan hilang. Melihat teman sangat khawatir tentang pint kesayangannya itu, sahabat pun ikut mencari. Berharap akan menemukannya. Akan tetapi sangat disayangkan, pint kesayangan teman tidak ditemukan.

Malam itu teman terlihat murung, sahabat tahu kalau hal tersebut karena ia telah kehilangan pint kesayangannya. Sahabat berusaha menghibur teman, akan tetapi teman tetap tak sebahagia biasanya.

Beberapa hari kemudian, teman menghampiri sahabat. Ia meminta maaf karena belakangan ini ia nampak telah membuat sahabat khawatir akan dirinya. Lalu sahabat tersenyum dan memegang tangan teman. Mereka berjalan beriringan menuju tepian danau tempat dimana pint teman hilang. Sahabat, ijinkan aku untuk selalu berada di sampingmu pinta sang teman. Mengapa? ‘karena aku tahu sekarang bagaimana rasanya telah kehilangan sesuatu hal yang sangat berarti bagimu, kita memang saling tak mengetahui seberapa dalam rasa kehilangan dalam hati pribadi masing-masing.’ Sahabat meraih tangan teman dan mereka pun kembali berjalan beriringan.

Setiap manusia memang butuh dimengerti dan mengerti, dengan cara itulah kita dapat saling mengisi.

No comments:

Post a Comment

Web Page Counter
Marked down products